COIPers.com
– Ada beberapa berkas yang belum dilengkapi Komjen Pol Purn Oegroseno saat mendaftarkan
diri menjadi bakal calon Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) periode
2023-2027 di lantai 16 kantor KOI Senayan, Jakarta, Rabu.
Komjen Pol Purn Oegroseno mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Umum KOI masa bakti 2023 - 2024, Rabu (14/6/2023)
Selain
itu Oegroseno tidak bisa didampingi oleh bakal calon Wakil Ketua Umum, Djoko
Pekik yang diajukan sebagai teman duetnya.
Berbeda
dengan pendaftaran Balon Ketum dan Waketum KOI, Raja Sapta Oktohari dan Ismail
Ning, sebelumnya yang hadir lengkap dan berkas juga lengkap.
Oegroseno
yang juga mantan Wakapolri itu menyerahkan langsung formulir pendaftaran calon
Ketua KOI kepada Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan Ngatino. Ngatino sendiri
didampingi oleh Rinaldi Duyoh dan Anton Suseno sebagai anggota.
"Masa
pendaftaran bakal calon Ketua Umum KOI sampai tanggal 16 Juni. Sampai hari
ini., ada dua pasangan calon ketua umum dan calon wakil ketua yang mendaftar.
Pertama pak Okto dengan pak Ismail. Kemudian hari ini pak Oegro, pak Oegro
datang sendiri tanpa didampingi calon wakil ketua umum," kata Ngatino.
Mengenai
pemberkasan, Ngatino mengatakan bahwa ada beberapa berkas yang belum dilengkapi
oleh Oegroseno untuk menjadi salah satu kandidat calon Ketua Umum KOI.
"Itu
di ART (Anggaran Rumah Tangga) sudah diatur secara jelas untuk calon pasangan
ketua umum dan waketum itu minimal memperoleh 30 suara. Bukan 30 cabang
olahraga 30 suara, yang cabang olahraga masuk Olimpiade, satu cabang itu punya
3 suara sehingga (persyaratan) itu harus dipenuhi," ungkap Ngatino.
Kongres
KOI 2023 menurut rencana akan digelar di Hotel Fairmont Jakarta pada 30 Juni
mendatang. Hingga saat ini baru dua nama yang sudah menyerahkan Formulir hp
Pendaftaran Calon Ketua Umum KOI yakni petahana Raja Sapta Oktohari dan Komjen
Pol Purn Oegroseno.
Oegroseno
menyerahkan berkas formulir pendaftaran bersama dengan tim, tetapi
Djoko
Pekik, bakal calon Wakil Ketua yang mendampingi Oegroseno, belum bisa
menghadiri pendaftaran.
"Saya
tunjuk Proffesor Djoko Pekik untuk menjadi (calon) Wakil Ketua. Jaringan beliau
cukup luas dan ilmunya di bidang olahraga begitu hebat. Ini (kolaborasi)
kesempatan untuk memajukan di bidang olahraga," kata Oegroseno kepada wartawan.
Oegroseno
mengungkapkan bakal segera melengkapi beberapa dokumen untuk diserahkan kepada
tim penjaringan mengingat pendaftaran ditutup pada 16 Juni.
Rumah Bersama
Oegroseno
di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa KOI seharusnya menjadi rumah bersama untuk
semua cabang olahraga baik yang masuk Olimpiade maupun non-Olimpiade tanpa
adanya perbedaan perlakuan.
"Seharusnya
peran KOI di sini sebagai rumah bersama semua cabang olahraga. Ketua KOI ke
depan bisa melayani seluruh cabang olahraga bukan sebagai komandan," kata
Oegroseno.
Mengenai
alasan pencalonannya, Oegroseno mengatakan bahwa dirinya terpanggil karena
merasa ada perbedaan perlakuan dan perhatian dari KOI ke sejumlah cabang olahraga.
"Jadi
saya niat untuk maju sebagai Calon Ketua Umum KOI karena merasakan bahwa ada
perbedaan perlakuan di cabang olahraga. Ada yang diperhatikan ada yang tidak
diperhatikan," kata Oegroseno.
Oegroseno
yang juga merupakan Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI)
merasakan perbedaan perlakuan terhadap cabang olahraga tertentu, terutama dalam
ajang internasional.
"Kami
merasakan (perbedaan perlakuan) itu pada saat SEA Games. Terutama di cabang
olahraga tenis meja, di SEA Games di Filipina dan Vietnam mereka tidak
berangkat. Baru di Kamboja ketika Menpora pak Dito, tenis meja berangkat,"
ungkap Oegroseno.n***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar