COIPers.com:
Raja Sapta Oktohari bersama Ismail Ning akan sulit ditandingi dalam pemilihan
Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI)/ National
Committee Olympic (NOC) Indonesia periode tahun 2023 – 2027. Duet RSO – IN sudah
mampu mendulang dukungan lebih dari 70 persen suara.
Ketua Tim Pemenangan Raja Sapta Okto - Ismail Ning, Letnan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyerahkan berkas pencalonan RSO - IN
Dukungan
mayoritas suara itu maka RSO – IN akan sulit ditandingi. Bahkan diperkirakan calon lain sulit untuk masuk
ke arena persaingan. Dengan demikian maka pada Kongres KOI/NOC Indonesia pada
Jumat (30/6/2023), RSO – IN bisa terpilih secara aklamasi. Bila itu terjadi
maka RSO menjabat Ketum KOI/NOC Indonesua untuk periode kedua meneruskan
kepemimpinannya pada 2019 – 2023.
Besarnya
dukungan untuk RSO – IN terungkap ketika duet itu resmi mendaftarkan diri
sebagai bakal calon ketua umum - wakil ketua umum (Balon Ketum-Waketum) Komite
Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) periode 2023-2027, Senin (12/6/2023).
Didampingi
Ketua Tim Pemenangan Letnan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan mayoritas
Federasi Nasional, RSO-IN menyerahkan berkas administratif kepada Tim Penjaring
di Kantor NOC Indonesia, Senayan, Jakarta. Penyerahan persyaratan mencakup
surat pencalonan dan rekomendasi yang diberikan mayoritas anggota NOC Indonesia
untuk RSO-IN.
“Persyaratan
Balon Ketum-Waketum setidaknya minimal 30 suara anggota, saya kira (dengan
berkas yang kami serahkan) agak sulit calon lain masuk. Hitungan saya
setidaknya sudah kami kantongi 70 persen suara,” kata Maruli.
Lelaki
yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh
Indonesia (PB PJSI) mengatakan kepemimpinan RSO telah memberikan bukti nyata,
tak sekadar pepesan kosong dalam memajukan olahraga Indonesia di kancah
internasional. Tak cuma fokus terhadap prestasi atlet, tetapi juga menjembatani
komunikasi federasi nasional ke federasi internasional dan mendorong untuk
meningkatkan kualitas pelatih, wasit, dan event kelas dunia untuk dibawa ke
Tanah Air.
“Peningkatan
NOC Indonesia yang dipimpin RSO dalam empat tahun terakhir sangat luar biasa.
Semoga beliau diberi kesempatan lagi, sehingga kita bisa terus tingkatkan. Kami
berharap program yang telah berjalan dapat berlanjut,” ujar Maruli yang juga
menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat
(Pangkostrad).
Sementara
itu, Okto mengatakan pendaftaran Balon Ketum-Waketum merupakan rangkaian proses
yang harus dijalani. Sebagai informasi, Okto merupakan petahana Ketua NOC
Indonesia periode 2019-2023.
“Kami
semua yang ada di sini bukan sedang rebutan jabatan, tapi berjuang agar kita
bisa meningkatkan prestasi olahraga Indonesia menjadi lebih baik lagi, AG
bahkan Olimpiade. Cita-cita kita di Olimpiade Paris 2024 kita harus bisa
mencetak sejarah baru untuk Merah Putih,” kata Okto.
Sedangkan
Ismail mengatakan sepak terjang Okto dalam membangun prestasi olahraga
Indonesia di kancah dunia menjadi salah satu alasan kuat dirinya maju
mendampingi RSO. Ismail saat ini menjabat sebagai Komite Eksekutif NOC
Indonesia dan ia juga terlibat aktif mengurus olahraga, di antaranya PB PODSI,
IJBA, PRSI, hingga pembina di klub bulutangkis Jaya Raya.
“Terkait
hubungan internasional, banyak yang bisa kita dapatkan untuk meningkatkan
prestasi. Sejalan dengan program yang Pak Okto jalankan tentu ini semua
dilakukan untuk olahraga Indonesia,” kata Ismail.
Terpisah,
Ketua Tim Penjaring Ngatino mengatakan baru satu Balon Ketum-Waketum RSO-IN
serta dua bakal calon Komite Eksekutif, yakni Josephine Tampubolon dan Jadi
Rajagukguk yang mendaftar.
Tim
Penjaring membuka oendaftaran hingga Jumat (16/6/2023) untuk kemudian
diverifikasi dan dibawa ke Kongres di Hotel Fairmont, 30 Juni. Tercatat 66
Federasi Nasional, 33 kategori Olimpiade dan 33 Non-Olimpiade akan memberikan
hak suaranya. Sebagai informasi, cabor kategori Olimpiade memiliki tiga suara
dan non-Olimpiade satu suara.
“Berkas
Balon Ketum-Waketum RSO-IN lengkap tinggal kami cocokan saja untuk verifikasi
dan dibawa ke Kongres. Kelengkapan formal dukungannya terpenuhi, syarat minimal
30 suara untuk mendaftar ketua, tetapi tadi kita lihat dukungan untuk mereka
lebih dari itu. Bahkan Olympic lebih 20 cabang olahraga, bisa dibilang sudah di
atas 70 suara,” ujar Ngatino. ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar