-Pesilat Jatim yang diunggulkan pada kejuaraan ini meloloskan lima atletnya di nomor tanding dan enam pesilat di tiga nomor seni. Mereka bakal bersaing ketat dengan kontingen Jabar yang meloloskan enam pesilatnya di nomor tanding dan tiga pesilat di dua nomor seni. Adapun Jateng dan NTB masing-masing menempatkan lima dan tiga pesilatnya di babak final nomor tanding.
Menurut Sekretaris Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Erizal Chaniago, munculnya pesilat dari NTB di babak final nanti menandakan bahwa pembinaan olahraga pencak silat mulai merata. Selama ini, menurut dia, pesilat-pesilat dari Jawa memang masih mendominasi rimba persilatan nasional. Pada kejuaraan kali ini, juga muncul muka-muka baru dari Sulawesi.
Pemerataan peserta Kejurnas Pencak Silat 2010 terjadi di nomor seni. Sebagian besar provinsi menempatkan wakilnya untuk dua atau tiga nomor sekaligus. Selain wakil provinsi dari Jawa dan Bali, pesilat dari Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Barat juga meloloskan wakilnya di final no mor seni.
Sementara itu, Pelatih Kepala pada IPSI Jatim Karyono, menyatakan, kunci kemenangan pada babak final nanti adalah ketenangan mental dan kecerdikan saat melancarkan jurus. Menurut dia, kualitas pesilat-pesilat yang lolos ke babak final nanti nyaris sama rata. Sebab, sebagian besar dari mereka pernah berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008 di Kalimantan Timur.
"Beberapa pesilat kami yang diharapkan mampu mencuri kemenangan menuju final justru rontok di babak penyisihan. Hal itu disebabkan faktor mental dan kalah cerdik dalam melancarkan jurus," ujar Karyono.***
Menurut Sekretaris Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Erizal Chaniago, munculnya pesilat dari NTB di babak final nanti menandakan bahwa pembinaan olahraga pencak silat mulai merata. Selama ini, menurut dia, pesilat-pesilat dari Jawa memang masih mendominasi rimba persilatan nasional. Pada kejuaraan kali ini, juga muncul muka-muka baru dari Sulawesi.
Pemerataan peserta Kejurnas Pencak Silat 2010 terjadi di nomor seni. Sebagian besar provinsi menempatkan wakilnya untuk dua atau tiga nomor sekaligus. Selain wakil provinsi dari Jawa dan Bali, pesilat dari Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Barat juga meloloskan wakilnya di final no mor seni.
Sementara itu, Pelatih Kepala pada IPSI Jatim Karyono, menyatakan, kunci kemenangan pada babak final nanti adalah ketenangan mental dan kecerdikan saat melancarkan jurus. Menurut dia, kualitas pesilat-pesilat yang lolos ke babak final nanti nyaris sama rata. Sebab, sebagian besar dari mereka pernah berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008 di Kalimantan Timur.
"Beberapa pesilat kami yang diharapkan mampu mencuri kemenangan menuju final justru rontok di babak penyisihan. Hal itu disebabkan faktor mental dan kalah cerdik dalam melancarkan jurus," ujar Karyono.***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar