- Timor Leste, negara yang baru saja merdeka, akhirnya menghuni urutan tiga besar. Vietnam menjadi juara dan China di posisi kedua.
Namun, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid tidak melihat hasil itu sebagai sesuatu yang menyedihkan melainkan hal lumrah dalam sepak bola. Apalagi, lanjutnya, tim Timor Leste sudah berkumpul selama enam tahun dan mendapat pelatihan selama empat tahun di Korea Selatan.
"Timor Leste itu sudah enam tahun tidak berpisah. Empat tahun di Korea. Jangan lihat kekalahan kita atas negara yang baru saja merdeka. Kalau memang bersikeras membandingkan, lihat saja Juara Liga Spanyol Barcelona yang takluk atas Hercules di kandang sendiri," kata Nurdin di sekretariat PSSI, Senin (27/9).
"Menang kalah di sepak bola itu hal biasa. Buktinya, Indonesia mengalahkan Timor Leste waktu penyisihan. Timor Leste juga mengalahkan Vietnam yang sekarang berstatus Juara Piala AFF 2010 saat penyisihan. Bukan berarti PSSI tidak melakukan evaluasi. Saya sudah mengevaluasinya langsung di Solo karena saya ada di sana kemarin," ujarnya.*** >>>>>>>>>IKUT....?RE10.000>>>>>>>>>
Namun, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid tidak melihat hasil itu sebagai sesuatu yang menyedihkan melainkan hal lumrah dalam sepak bola. Apalagi, lanjutnya, tim Timor Leste sudah berkumpul selama enam tahun dan mendapat pelatihan selama empat tahun di Korea Selatan.
"Timor Leste itu sudah enam tahun tidak berpisah. Empat tahun di Korea. Jangan lihat kekalahan kita atas negara yang baru saja merdeka. Kalau memang bersikeras membandingkan, lihat saja Juara Liga Spanyol Barcelona yang takluk atas Hercules di kandang sendiri," kata Nurdin di sekretariat PSSI, Senin (27/9).
"Menang kalah di sepak bola itu hal biasa. Buktinya, Indonesia mengalahkan Timor Leste waktu penyisihan. Timor Leste juga mengalahkan Vietnam yang sekarang berstatus Juara Piala AFF 2010 saat penyisihan. Bukan berarti PSSI tidak melakukan evaluasi. Saya sudah mengevaluasinya langsung di Solo karena saya ada di sana kemarin," ujarnya.*** >>>>>>>>>IKUT....?RE10.000>>>>>>>>>

indonesia butuh waktu 25 s.d 50 tahun, atau kalau diperlukan selamanya untuk tidak melakukan kompetisi tingkat internasional, karena rakyat indonesia sangat yakin bahwa indonesia tidak pernah menang. Jadi agar tidak menyakiti hati rakyat, bendara merah putih, dan garuda di dada, sebaiknya organisasi PSSI dibubarkan.
BalasHapusSolusi yang kedua bubarkan kepengurusan PSSI, terutama ganti nurdin halid, nugroho basus, dan andi darusallam, mereka sudah pandai membuat pssi kalah, dan ganti dengan orang yang pandai membuat pssi menang.
solusi ketiga menjalankan solusi kesatu dan ketiga.
Ganti nurdin halid, nugroho basus, dan andi darusallam, rakyat sudah bosannnnnnnnnnn....nnn dengan gaya kepengurusannya. selama kepengurusannya indonesia tidak pernah menang, bahkan dengan timor leste (negara kemarin sore).
BalasHapusMeskipun mereka (Timor-Leste) baru negara kemarin sore tapi mereka bermain sepak bola sejak jaman Portugis, sama seperti Indonesia mengenal olah raga ini dari org Eropa. Jadi sebenarnya, Indonesia/para suporter jangan menganggap/berpikir bhw karena TL negara kemarin sore, maka dia harus kalah, statement seperti ini kurang pantas dalam olah raga.
BalasHapusdlm prtandingan sepak bola tdak mnanggap bahwa negara udah merdeka lamanya seharusnya mengalahkn negara yg baru merdeka padahal kenyataannya Timor-Leste juga bisa banting Indonesia yg lama sudah merdeka.......Malack_Timoe-Leste
BalasHapus