- Lintasan yang bersebelahan dengan venues voli pantai itu, saat ini dalam kondisi setengah jadi. Hanya berupa gundukan tabah berbentuk oval. Berdasar informasi yang dihimpun, pembangunan lintasan yang rencananya berstandard internasional ini, semestinya dikerjalan November dan kelar akhir Desember. Tapi pembangunan mangkrak karena alasan dana.
"SMANOR hanya ketempatan lahan. Kalau dana itu urusan KONI Jatim," kata Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur (Jatim), Harun, seperti dilansir Beritajatim.com.
Dikonfirmasi, Ketua Harian KONI Jatim, Dhimam Abror Djuraid membenarkan jika SMANOR hanya ketempatan lahan. Awalnya, KONI Jatim ingin bangun lintasan sepatu roda taraf internasional. Tapi KONI tidak punya tanah. Setelah keliling, ketemulah lahan yang pas di SMANOR. Dan pembangunan pun direncanakan. Anggaran kurang lebih Rp 900 juta disiapkan.
"Tapi karena masalah teknis dan administratif, sehingga pembangunannya tertunda-tunda. Anggaran naik cukup besar, sehingga kita tidak bisa selesaikan 100 persen," jelas Abror. Sayang ia tidak merinci masalah teknis seperti apa yang membuat pembangunan tertunda. Padahal, bila dihitung sesuai budget yang dikeluarkan untuk pembangunan lintasan yang sama di Semarang, dana Rp 900 juta sudah mencukupi.
Karena sudah terlanjur dibangun dan berbentuk setengah jadi, rencananya 2012 ini lintasan itu akan dirampungkan. Tapi dana bukan dari KONI, melainkan Dinas Pendidikan Jatim. "Sebenarnya anggaran dari KONI.Tapi kata Pak Harun, akan diselesaikan oleh Diknas. Solusinya, KONI akan tulis surat ke Diknas, nanti Diknas yang akan menyelesaikan," kata Abror.
Harun mengamini pernyataan Abror. Ia juga meminta KONI Jatim segera kirim surat ke Dinas Pendidikan. "Nanti kami yang akan menindaklanjuti," tutur Harun. Yang jelas menurut Harun, tahun 2012 ini lintasan sepatu roda harus selesai. Selain menyelesaikan lintasan sepatu roda, Dinas Pendidikan juga menyiapkan beberapa program lain di tahun 2012 ini. "Kita harus evaluasi pelatih. Untuk jadi pelatih harus ada standardnya," tutup Harun.***
* Bila ada saran, masukan, kritik atau informasi dan kasus yang ingin diangkat dan ditulis jangan segan-segan layangan email ke- akumemangcoi@yahoo.com. Jangan lupa sertakan no hp. Trims.
"SMANOR hanya ketempatan lahan. Kalau dana itu urusan KONI Jatim," kata Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur (Jatim), Harun, seperti dilansir Beritajatim.com.
Dikonfirmasi, Ketua Harian KONI Jatim, Dhimam Abror Djuraid membenarkan jika SMANOR hanya ketempatan lahan. Awalnya, KONI Jatim ingin bangun lintasan sepatu roda taraf internasional. Tapi KONI tidak punya tanah. Setelah keliling, ketemulah lahan yang pas di SMANOR. Dan pembangunan pun direncanakan. Anggaran kurang lebih Rp 900 juta disiapkan.
"Tapi karena masalah teknis dan administratif, sehingga pembangunannya tertunda-tunda. Anggaran naik cukup besar, sehingga kita tidak bisa selesaikan 100 persen," jelas Abror. Sayang ia tidak merinci masalah teknis seperti apa yang membuat pembangunan tertunda. Padahal, bila dihitung sesuai budget yang dikeluarkan untuk pembangunan lintasan yang sama di Semarang, dana Rp 900 juta sudah mencukupi.
Karena sudah terlanjur dibangun dan berbentuk setengah jadi, rencananya 2012 ini lintasan itu akan dirampungkan. Tapi dana bukan dari KONI, melainkan Dinas Pendidikan Jatim. "Sebenarnya anggaran dari KONI.Tapi kata Pak Harun, akan diselesaikan oleh Diknas. Solusinya, KONI akan tulis surat ke Diknas, nanti Diknas yang akan menyelesaikan," kata Abror.
Harun mengamini pernyataan Abror. Ia juga meminta KONI Jatim segera kirim surat ke Dinas Pendidikan. "Nanti kami yang akan menindaklanjuti," tutur Harun. Yang jelas menurut Harun, tahun 2012 ini lintasan sepatu roda harus selesai. Selain menyelesaikan lintasan sepatu roda, Dinas Pendidikan juga menyiapkan beberapa program lain di tahun 2012 ini. "Kita harus evaluasi pelatih. Untuk jadi pelatih harus ada standardnya," tutup Harun.***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar