- Keduanya hanya berharap sosok yang terpilih nanti dapat membangkitkan prestasi bulu tangkis Indonesia dari keterpurukan.
"Harus yang berintegritas dan punya kemampuan manajerial yang baik," kata Tono saat dijumpai di acara pelepasan kontingen atlet paralimpiade, Jakarta, Jumat (24/8).
Ia menilai pemimpin yang berpengalaman bakal menjadi opsi yang baik. Menurutnya, pemimpin PBSI tidak perlu dari kalangan pengusaha, seperti yang dicuatkan banyak kalangan.
Tono menilai kepemimpinan Djoko Santoso pada periode 2008-2012 tidak jelek.
"Hanya ketidakberuntungan di Olimpiade. Siapa saja bisa menjadi ketua asalkan lebih baik daripada Djoko Santoso," tuturnya.
Perkembangan bulu tangkis modern, menurut Tono, menjadi pembeda antara generasi bulu tangkis sekarang dan para legenda bulu tangkis seperti Christian Hadinata, Rudy Hartono, dan Susi Susanti.
Keterpurukan bulu tangkis Indonesia dinilai wajar lantaran belum maksimalnya penerapan sport science ketimbang negara-negara lan seperti China, Korea, dan Jepang.
Sementara itu, Menpora berharap ketua umum PBSI mendatang dapat benar-benar mengembalikan kejayaan bulu tangkis nasional.
Indonesia dulu ditakuti saat Piala Sudirman, Thomas-Uber, dan tradisi emas Olimpiade.
"Yang terbaik saja. Yang penting bisa membangkitkan prestasi bulu tangkis di mata dunia," ujar Andi.
Di sisi lain, mantan atlet putri bulu tangkis Indonesia, Ivana Lie menyatakan harus ada alasan kuat untuk memilih kembali Djoko Santoso, melihat keterpurukan selama ini.
Sampai saat ini Djoko Santoso belum menyatakan keputusan akan mencalonkan diri kembali atau tidak. Sebelumnya ia pernah menyatakan tidak akan maju lagi menjadi ketua. Djoko bahkan pernah mengatakan tidak bisa mencari dana untuk PBSI.
"Kalau mau maju lagi, ada apa?" cetus Ivana. *** ================================================ * Bila ada saran, masukan, kritik atau informasi dan kasus yang ingin diangkat dan ditulis jangan segan-segan layangan pemikiran dan informasi Anda ke email: akumemangcoi@yahoo.com. Jangan lupa sertakan no hp. Trims. ================================================
"Harus yang berintegritas dan punya kemampuan manajerial yang baik," kata Tono saat dijumpai di acara pelepasan kontingen atlet paralimpiade, Jakarta, Jumat (24/8).
Ia menilai pemimpin yang berpengalaman bakal menjadi opsi yang baik. Menurutnya, pemimpin PBSI tidak perlu dari kalangan pengusaha, seperti yang dicuatkan banyak kalangan.
Tono menilai kepemimpinan Djoko Santoso pada periode 2008-2012 tidak jelek.
"Hanya ketidakberuntungan di Olimpiade. Siapa saja bisa menjadi ketua asalkan lebih baik daripada Djoko Santoso," tuturnya.
Perkembangan bulu tangkis modern, menurut Tono, menjadi pembeda antara generasi bulu tangkis sekarang dan para legenda bulu tangkis seperti Christian Hadinata, Rudy Hartono, dan Susi Susanti.
Keterpurukan bulu tangkis Indonesia dinilai wajar lantaran belum maksimalnya penerapan sport science ketimbang negara-negara lan seperti China, Korea, dan Jepang.
Sementara itu, Menpora berharap ketua umum PBSI mendatang dapat benar-benar mengembalikan kejayaan bulu tangkis nasional.
Indonesia dulu ditakuti saat Piala Sudirman, Thomas-Uber, dan tradisi emas Olimpiade.
"Yang terbaik saja. Yang penting bisa membangkitkan prestasi bulu tangkis di mata dunia," ujar Andi.
Di sisi lain, mantan atlet putri bulu tangkis Indonesia, Ivana Lie menyatakan harus ada alasan kuat untuk memilih kembali Djoko Santoso, melihat keterpurukan selama ini.
Sampai saat ini Djoko Santoso belum menyatakan keputusan akan mencalonkan diri kembali atau tidak. Sebelumnya ia pernah menyatakan tidak akan maju lagi menjadi ketua. Djoko bahkan pernah mengatakan tidak bisa mencari dana untuk PBSI.
"Kalau mau maju lagi, ada apa?" cetus Ivana. *** ================================================ * Bila ada saran, masukan, kritik atau informasi dan kasus yang ingin diangkat dan ditulis jangan segan-segan layangan pemikiran dan informasi Anda ke email: akumemangcoi@yahoo.com. Jangan lupa sertakan no hp. Trims. ================================================
Tidak ada komentar:
Posting Komentar