- "Targetnya bisa meraih medali," kata Yakob, demikian ia akrab disapa, usai pelepasan kontingen Paralympic di Wisma Menpora, Jakarta, Jumat.
Atlet yang bermain kidal itu mengaku sudah menjalani persiapan khusus sejak Mei lalu.
Lawan yang paling berat menurut Yakob adalah dari China, Spanyol, dan Polandia. Ia pun mengatakan sudah pernah bertemu dengan lawannya dari China dan Spanyol sebelumnya.
Yakob yang lahir pada 21 Juni 1977 itu, adalah atlet tenis meja kelas 10 peringkat tiga dunia setelah China dan Spanyol.
Ia memulai debutnya sebagai atlet difabel sejak 2010 dengan peringkat 40 dunia dan terus meningkat dengan mengikuti turnamen internasional hingga mencapai peringkat tiga dunia.
Sebelumnya, ia berlaga di kejuaraan tenis meja dengan kategori atlet normal.
Meskipun dukungan dari pemerintah sudah dirasa cukup, namun ayah satu anak ini berharap agar ke depan, persiapan menjelang turnamen dilaksanakan jauh hari sebelumnya.
"Yang kurang itu latihan di luar negeri," ujarnya.
Yakob beserta tiga atlet lainnya, Setyo Budi Hartanto (atletik), Ni Nengah Widiasih (angkat besi) dan Agus Ngaimin (renang) akan bertolak ke London Sabtu (25/8) untuk bergabung dengan 4.200 atlet Paralympic dari 150 negara yang berkompetisi pada 471 pertandingan olahraga. *** ================================================ * Bila ada saran, masukan, kritik atau informasi dan kasus yang ingin diangkat dan ditulis jangan segan-segan layangan pemikiran dan informasi Anda ke email: akumemangcoi@yahoo.com. Jangan lupa sertakan no hp. Trims. ================================================
Atlet yang bermain kidal itu mengaku sudah menjalani persiapan khusus sejak Mei lalu.
Lawan yang paling berat menurut Yakob adalah dari China, Spanyol, dan Polandia. Ia pun mengatakan sudah pernah bertemu dengan lawannya dari China dan Spanyol sebelumnya.
Yakob yang lahir pada 21 Juni 1977 itu, adalah atlet tenis meja kelas 10 peringkat tiga dunia setelah China dan Spanyol.
Ia memulai debutnya sebagai atlet difabel sejak 2010 dengan peringkat 40 dunia dan terus meningkat dengan mengikuti turnamen internasional hingga mencapai peringkat tiga dunia.
Sebelumnya, ia berlaga di kejuaraan tenis meja dengan kategori atlet normal.
Meskipun dukungan dari pemerintah sudah dirasa cukup, namun ayah satu anak ini berharap agar ke depan, persiapan menjelang turnamen dilaksanakan jauh hari sebelumnya.
"Yang kurang itu latihan di luar negeri," ujarnya.
Yakob beserta tiga atlet lainnya, Setyo Budi Hartanto (atletik), Ni Nengah Widiasih (angkat besi) dan Agus Ngaimin (renang) akan bertolak ke London Sabtu (25/8) untuk bergabung dengan 4.200 atlet Paralympic dari 150 negara yang berkompetisi pada 471 pertandingan olahraga. *** ================================================ * Bila ada saran, masukan, kritik atau informasi dan kasus yang ingin diangkat dan ditulis jangan segan-segan layangan pemikiran dan informasi Anda ke email: akumemangcoi@yahoo.com. Jangan lupa sertakan no hp. Trims. ================================================
Tidak ada komentar:
Posting Komentar