Sumber Asli -- C0I -
Konflik
yang terjadi antara Icuk Sugiarto dan PB PBSI menyusul hasil Munas PBSI
Yogyakarta yang dinilai cacat hukum, dirasakan berdampak terhadap karir
Tommy Sugiarto. Anak kandung Icuk Sugiarto ini melihat ada perbedaan
pandangan dari pengurus PB PBSI yang baru terhadap dirinya sebagai anak
mantan juara dunia bulutangkis 1983 yang sedang bersiteru dengan panitia
Munas PBSI.
"Kondisi sekarang ini sedikit banyaknya membuat suasana tidak nyaman
terhadap diri saya. Ada hal-hal yang seharusnya tidak terjadi pada diri
saya, tapi karena saya anak seorang Icuk Sugiarto yang sedang
'menggugat' hasil Munas PBSI Yogyakarta akhirnya terjadi. Contoh kecil
saja saat saya sudah menyatakan mundur dari Turnamen Denmark Terbuka
Oktober lalu itu tidak disampaikan kepada panitia oleh PB PBSI. Ini kan
membuat pencitraan tidak baik terhadap diri saya karena saya diberitakan
kalah WO," kata Tommy Sugiarto kepada Suara Karya di Jakarta, Minggu
(11/11).
Tommy berharap PB PBSI bersikap adil terhadap atlet bulutangkis, baik
mereka yang berada di Pelatnas maupun yang di luar Pelatnas. Karena
bagaimana pun, katanya, kalau dirinya bertanding di luar negeri toh
tetap membawa nama baik bangsa Indonesia. Sekalipun berangkat dengan
biaya sendiri.
Menyangkut dirinya yang tidak masuk dalam skuad tim pelatnas SEA Games
Myanmar 2013, Tommy mengaku tidak tahu menahu. Karena sampai saat ini
tidak ada pemberitahuan kepadanya apakah ia masuk pelatnas atau tidak.
Yang ia ketahui selama ini, atlet peraih medali perunggu (semifinalis)
Pekan Olahraga Nasional (PON) akan masuk dalam tim pelatnas SEA Games.
"Saya tidak mempermasalahkan masuk atau tidak ke Pelatnas SEA Games.
Tapi kalau menurut saya PB PBSI harus obyektif dalam memilih atlet untuk
Pelatnas SEA Games sesuai dengan prestasi. Jangan lantaran seorang
pemain berada di luar pelatnas mereka tidak dilibatkan untuk main di SEA
Games. Padahal prestasinya lebih baik dari yang ada di Pelatnas,"
lanjut Tommy.
Peringkat 27 dunia ini menambahkan, dirinya tidak menyesalkan apa yang
terjadi dengan ayahnya, Icuk Sugiarto. Karena menurut dia, Icuk berjuang
untuk kepentingan bulutangkis Indonesia ke depan, sementara yang
terjadi di PB PBSI lebih banyak unsur politisnya.
"Di mata saya Papa itu sudah benar. Karena saya tahu juga bagaimana
kondisi di Pelatnas sehingga saya memilih untuk keluar pada awal tahun
lalu. Makanya Papa maju mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PB PBSI
karena ingin membenahi dunia bulutangkis yang kini sedang karut marut.
Tapi banyak pengurus yang tidak terima kalau dikritik, sehingga akhirnya
tidak senang dengan Papa," ungkap Tommy lagi.

-
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar