COIGA BARU

Menu1

Pencarian

Selasa, 20 November 2012

BULUTANGKIS > Tommy Berharap PBSI Harus Adil

Sumber Asli -- C0I - Konflik yang terjadi antara Icuk Sugiarto dan PB PBSI menyusul hasil Munas PBSI Yogyakarta yang dinilai cacat hukum, dirasakan berdampak terhadap karir Tommy Sugiarto. Anak kandung Icuk Sugiarto ini melihat ada perbedaan pandangan dari pengurus PB PBSI yang baru terhadap dirinya sebagai anak mantan juara dunia bulutangkis 1983 yang sedang bersiteru dengan panitia Munas PBSI.






 "Kondisi sekarang ini sedikit banyaknya membuat suasana tidak nyaman terhadap diri saya. Ada hal-hal yang seharusnya tidak terjadi pada diri saya, tapi karena saya anak seorang Icuk Sugiarto yang sedang 'menggugat' hasil Munas PBSI Yogyakarta akhirnya terjadi. Contoh kecil saja saat saya sudah menyatakan mundur dari Turnamen Denmark Terbuka Oktober lalu itu tidak disampaikan kepada panitia oleh PB PBSI. Ini kan membuat pencitraan tidak baik terhadap diri saya karena saya diberitakan kalah WO," kata Tommy Sugiarto kepada Suara Karya di Jakarta, Minggu (11/11).
Tommy berharap PB PBSI bersikap adil terhadap atlet bulutangkis, baik mereka yang berada di Pelatnas maupun yang di luar Pelatnas. Karena bagaimana pun, katanya, kalau dirinya bertanding di luar negeri toh tetap membawa nama baik bangsa Indonesia. Sekalipun berangkat dengan biaya sendiri.
Menyangkut dirinya yang tidak masuk dalam skuad tim pelatnas SEA Games Myanmar 2013, Tommy mengaku tidak tahu menahu. Karena sampai saat ini tidak ada pemberitahuan kepadanya apakah ia masuk pelatnas atau tidak. Yang ia ketahui selama ini, atlet peraih medali perunggu (semifinalis) Pekan Olahraga Nasional (PON) akan masuk dalam tim pelatnas SEA Games.
"Saya tidak mempermasalahkan masuk atau tidak ke Pelatnas SEA Games. Tapi kalau menurut saya PB PBSI harus obyektif dalam memilih atlet untuk Pelatnas SEA Games sesuai dengan prestasi. Jangan lantaran seorang pemain berada di luar pelatnas mereka tidak dilibatkan untuk main di SEA Games. Padahal prestasinya lebih baik dari yang ada di Pelatnas," lanjut Tommy.
Peringkat 27 dunia ini menambahkan, dirinya tidak menyesalkan apa yang terjadi dengan ayahnya, Icuk Sugiarto. Karena menurut dia, Icuk berjuang untuk kepentingan bulutangkis Indonesia ke depan, sementara yang terjadi di PB PBSI lebih banyak unsur politisnya.


"Di mata saya Papa itu sudah benar. Karena saya tahu juga bagaimana kondisi di Pelatnas sehingga saya memilih untuk keluar pada awal tahun lalu. Makanya Papa maju mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PB PBSI karena ingin membenahi dunia bulutangkis yang kini sedang karut marut. Tapi banyak pengurus yang tidak terima kalau dikritik, sehingga akhirnya tidak senang dengan Papa," ungkap Tommy lagi.
- ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KAMI dari COI melayani pembuatan PRESS RELEASE atau TULISAN OLAHRAGA dan siap membantu menggelar JUMPA PERS dengan mengundang wartawan media cetak dan televisi sesuai pilihan Anda. CP: 087783358784 atau email ke aagwaa@yahoo.com

TERPOPULER COI