Sumber Asli -- C0I - Tak banyak yang tahu kehidupan awal pedayung putri Dewi
Yuliawati. Tadinya, namanya tak terdengar sama sekali di dunia olahraga. Begitu
sukses menembus jajaran elit atlet nasional dengan tampil di Olimpiade Rio de
Janeiro 2016 dan sukses meraih emas pada PON XIX Jawa Barat 2016, nama Dewi
Yuliawati semakin populer.
Kini, Dewi bukan hanya mampu
mengangkat kehidupan keluarganya tetapi dia mampu mewujudkan impiannya
membiayai kedua orang tuanya Carsa dan Carkem menunaikan ibadah haji lewat
bonus yang dijanjikan Pemda DKI Jakarta terhadap atlet peraih emas di PON XIX
Jawa Barat 2016.
Sebelum sukses, ternyata gadis
hitam manis kelahiran Tangerang, 2 Juni 1997 ini menempuh perjalanan yang penuh
dihiasi air mata. Datang dari keluarga kurang mampu, Dewi tinggal bersama kedua
orang tua dan 9 saudaranya di gubuk ukuran 3X3 yang terletak di Muara Angke,
Jakarta Utara. Ayahnya hanya bekerja sebagai petani di Indramayu, Jawa Barat.
Dewi berkenalan dengan olahraga
dayung saat duduk di bangku kelas 1 SMP N 261 Jakarta Utara. Dia diajak pelajar jebolan
sekolahnya untuk berlatih di Pusat Pembinaan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD) DKI
Jakarta. Dari
situlah Dewi menyenangi olahraga yang bisa membuat badan lebih bugar.
"Sehat itu kan
mahal. Jadi, saya senang dengan olahraga dayung," katanya.
Awalnya, Dewi sempat dilarang kedua
orang tua karena takut anaknya tenggelam saat latihannya di laut. "Bapak
dan Emak melarang saya latihan dayung karena tau saya tidak bisa berenang.
Mereka takut saya tenggelam di laut," cerita Dewi.
Tadinya, Dewi mengaku sempat
disuruh ibunya berhenti latihan dan menjadi tenaga Kerja Wanita (TKW) ke luar
negeri karena kondisi ekonomi keluarganya semakin buruk. Tetapi, dia tetap
bersikeras untuk sekolah.
"Saya rayu-rayu ibu agar
diberikan kesempatan menamatkan SMP dan diizinkan. Perasaan saya lega saat itu
karena keinginan saya dikabulkan," katanya.
Ternyata untuk tetap sekolah banyak
tantangan yang harus dihadapi Dewi apalagi kondisi ekonomi keluarganya semakin
buruk. Keadaan semakin parah, cerita Dewi, tatkala bapaknya yang jadi tulang
punggung keluarga jatuh sakit dan emaknya juga jatuh sakit. Melihat keadaan
itu, Dewi kebingungan apalagi tahu kedua orang tuanya memiliki hutang
dimana-mana.
"Saat itulah, saya menangis
karena kebingungan dengan dari mana menutupi biaya sekolah dan ongkos ke tempat
latihan. Saat itu, saya langsung membulatkan tekad untuk bisa melanjutkan
sekolah dan latihan dayung agar saya dan keluarga bisa terbebas dari kemiskinan,"
ujarnya. (bersambung)
TEKS FOTO
***
=========
Dukungan untuk Cinta Olahraga Indonesia bisa dikirimkan langsung melalui:
BANK BCA KCP PALMERAH NO REKENING 2291569317
BANK MANDIRINO REKENING 102-00-9003867-7
=========

Tidak ada komentar:
Posting Komentar