![]() |
|
PB KI mengajukan delapan juara ke Satlak Prima
menuju Asian Games 2018.
|
Sumber Asli -- C0I - JAKARTA – Sebanyak 8 atlet terbaik terdiri dari 4 putra dan
4 putri telah lahir pada Seleksi Nasional (Seleknas) yang digelar Pengurus
Besar Kurash Indonesia (PB KI) di Ciloto, Jawa Barat. Mereka akan diajukan ke
Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) untuk menjalani
persiapan menuju Asian Games Jakarta-Palembang 2018.
"Di Seleknas telah lahir juara
sejati di 8 kelas terdiri dari 4 kelas pura dan 4 kelas putri yang
dipertandingkan. Mereka akan diberikan tiket untuk menjalani pelatnas Asian
Games 2018. Dan, PB KI akan langsung mengusulkan nama-nama mereka ke Satlak
Prima," kata Sekjen PB KI, Kresna Bayu yang juga Ketua Panitia Pelaksana
Seleknas di Jakarta, Senin (30/1/2017).
Kedelapan juara tersebut yakni
putra- Aprilianda Adi Timur (Yogyakarta) di kelas 60kg, Moch Latif (Jawa
Tengah/ 66kg), Nanda Bagus Yuniarta (Jawa Tengah/-73kg), Bagas ajaya Hartanto
(Ypgyakarta/-81kg). Putri- Anggun Nurajijah (Jawa Barat/-48kg), Maria Magdalena
Ince (Jawa Tengah/-52kg), Heka amaya Sari Sembiring (Sumut/-57kg), dan Chandra
Ariati (Jawa Barat/-63kg).
Meski olahraga beladiri asal Uzbekistan
ini baru resmi berdiri, kata Kresna Bayu, penampilan atlet kurash dari berbagai
daerah cukup bagus. "Dari segi teknik mereka cukup mumpuni dan tidak kalah
dengan atlet kurash dari negara Asia. Mereka
hanya butuh lebih banyak pengalaman bertanding di dalam maupun di luar negeri
untuk bisa masuk dalam persaingan di tingkat Asia
dan dunia," katanya.
Untuk menghadapi Asian Games 2018,
kata Kresna Bayu yang juga mantan pejudo nasional, PB KI akan mengusulkan
kedelapan atlet kurash terbaik Indonesia
itu bisa menjalani program trainning camp di luar negeri. "Kita akan
mengusulkan ke Satlak Prima agar bisa memenuhi program trainning camp dan uji
coba ke luar negeri. Sasaran kita sih Uzbekistan dan Rusia karena kedua
negara itu memiliki event cukup banyak dan atletnya sangat berkualitas. Jadi,
mereka bisa menambah pengalaman bertanding lebih banyak lagi untuk bisa meraih
prestasi puncak di Asian Games 2018," katanya
Sekadar gambaran, cabang olahraga
Kurash merupakan seni olahraga tradisional berasal dari bangsa tatar Asia
Tengah yang mendiami wilayah Uzbekistan
saat ini. Kurash memiliki pola dasar beladiri yang hampir sama dengan olahraga
Judo dan Gulat yang sudah dikenal luas, namun yang membedakan Kurash ini hanya
ada pada bantingan atas dan sangat ketat penilaian untuk memperoleh nilai
mutlak. Kekuatan dari cabang olahraga Kurash adalah kepedulian pemerintah Uzbekistan sebagai negara asal berkembangnya
olahraga ini untuk mengembangkan dan membuat peraturan pertandingan baku dan terukur sehingga
mampu diakui dan dipertandingkan diberbagai ajang multievent internasional.
Ajang multievent terbesar yang mempertandingkan cabang olahraga Kurash
modern adalah Asian Games. Pertama kalinya Kurash diperkenalkan di Asian Games
Doha Qatar tahun 2006 kemudian pada Asian Games Jakarta–Palembang 2018 menjadi
salah satu cabang wajib dipertandingkan,. Saat ini, International Kurash
Association (IKA) sedang mengupayakan Kurash dipertandingkan pada Olimpiade
Tokyo 2020.
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar