COIGA BARU

Menu

Menu1

Rabu, 15 Februari 2017

Memburu Dua Emas SEA Games, Tinju Berguru Ke Uzbekistan

Tujuh petinju Pelatnas SEA Games 2017 ditangani Adi Swandana dibantu Hermensen Ballo dan James Makawimbang
Sumber Asli -- C0I - JAKARTA - Persaingan cabang olahraga tinju pada SEA Games Kuala Lumpur, Malaysia, 19-31 Agustus 2017 cukup ketat. Makanya, Pengurus Besar Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PB Pertina) tidak mau menjanjikan muluk-muluk dalam soal target medali emas pada pesta olahraga dua tahunan negara-negara Asia Tenggara tersebut.Pada SEA Games Singapura 2015, Indonesia hanya mampu meraih satu emas melalui Cornelis yang tampil di kelas 49kg.


"Tinju tidak mau menjanjikan yang muluk-muluk. Target dua emas saja di SEA Games Malaysia 2017," kata Sekjen PB Pertina, Shelly Selowati HS Miranda yang ditemui pada Rapat Anggota Komite Olimpiade Indonesia (KOI) di Hotel Pullman Jakarta, pekan lalu.
Target dua emas di Malaysia itu, kata Shelly, berkaitan dengan tidak dipertandingkannya tinju wanita. "Sayang tinju wanita tidak dipertandingkan padahal peluang menambah medali emas cukup besar," katanya.
Dalam upaya memenuhi target tersebut, kata Shelly, tim tinju Indonesia yang mempelatnaskan 7 petinju telah mendapat persetujuan dari Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) untuk menjalani trainning camp di Uzbekistan, 1-28 April 2017. Di negara pecahan Rusia itu, mereka juga akan menjalani serangkaian pertandingan dalam upaya menambah pengalaman bertanding.
"Kita memilih Uzbekistan dengan alasan yang cukup kuat. Uzbekistan yang tadinya tidak punya nama di kancah internasional tapi dalam 2 tahun bisa membangun prestasi tinju spektakuler dengan merebut 3 emas di Olimpiade Brasil 2016. Di sana cukup banyak pertandingan tinju. Jadi, petinju Indonesia bisa memetik pengalaman bertanding dengan petinju berkualitas dan kita juga bisa mempelajari kesuksesan Uzbekistan dalam menjalankan program pembinaan tinju amatir," kata mantan perenang nasional ini.
Bagi Shelly, training camp di Uzbekistan masih kurang apalagi Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Makanya, PB Pertina mencoba mengajukan training camp tambahan ke Kuba yang menjadi kiblat dunia tinju amatir. "Kita sudah mengajukan trainning camp tambahan. Mudah-mudahan Satlak Prima bisa memenuhinya," ujarnya lagi.
Berbicara masalah test event Asian Games 2018, kata Shelly, PB Pertina telah merencanakan akan mengundang 10 negara dengan mempertandingkan 12 kelas (9 putra dan 3 putri). "Soal test event Asian Games 2018, PB Petina sudah mengajukan Rencana Anggaran Biaya (RAB) ke KOI. Pelaksanaannya akan menyesuaikan dengan jadwal dari Inasgoc yakni Oktober- November 2017," tandasnya.
Tim tinju SEA Games Malaysia 2017 menjalani latihan di Sukabumi, Jawa Barat. Mereka ditangani pelatih kepala, Adi Swandana dibantu Hermensen Ballo dan James Makawimbang.
Ke-7 petinju SEA Games 2017 yakni Cornelis Kwangu Langu (Bali/49kg), Ferdinand Kase (Jawa Barat/49kg), Sunan Agung (Maluku Utara/52kg), Aldoms Suguro (DKI Jakarta/52kg), Saroha Tua Lumban Tobing (Sumatera Utara/64kg), Bram Betaubun (Maluku/75kg) dan Joshua Manullang (Jawa Barat/81kg). (COI-1)

***
-->

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA TOP

KAMI dari COI melayani pembuatan PRESS RELEASE atau TULISAN OLAHRAGA dan siap membantu menggelar JUMPA PERS dengan mengundang wartawan media cetak dan televisi sesuai pilihan Anda. CP: 082110068127 atau email ke akumemangcoi@yahoo.com

Pengelola: CV FORTIN MAKMUR SEJAHTERA

Pengelola: CV FORTIN MAKMUR SEJAHTERA