C0I - JAKARTA: Pencak silat dipertandingkan di ajang Olimpiade menjadi mimpi besar dan kerinduan insan pecak silat Indonesia. Demi mewujudkan mimpi dan kerindua besar itu diharapkan semua pihak bisa memperjuangkan pencak silat bisa masuk eksibisi pada Olimpiade Paris tahun 2024. Langkah ini akan menjadi pintu pembuka pencak silat dipertandingkan secara resmi di Olimpiade 2032 apalagi Indonesia juga sukses terpilih menjadi tuan rumah penyelenggara.
Harapan itu diungkapkan oleh Menteri Pemuda Dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali dan Ketua Harian Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (PB IPSI) Edhy Prabowo saat menyaksikan secara virtual penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pemberian bantuan dana pelatnas dan pembinaan jangka panjang kepada cabang olahraga (cabor) pencak silat dan renang. Edhy Prabowo yang Menteri Kelautan dan Perikanan mewakili Ketua Umum PB IPSI Prabowo Subianto.
Penandatanganan perjanjian kerjasama tersebut dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Peningkatan Prestasi Olahrga Nasional (PPON) Yayan Rubaeni dengan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI), Ali Andi Patiwiri dan Sekjen IPSI Erizal Chaniago di Wisma Kemenpora, Jakarta. Dari PRSI dihadiri oleh Ketua Umum PB PRSI Anindya Novyan Bakrie, sementara dari IPSI dihadiri Sekjen PB IPSI Erizal Chaniago.
Dari hasil review, untuk PRSI yang dipersiapkan untuk Pelatnas Olimpiade dan SEA Games 2021, dari ajuan proposal Rp1.596.000.000,- disetujui Rp1.201.800.000,-. Sedangkan untuk IPSI dari proposal Rp7.853.523.726,- disetujui sebesar Rp3.891.159.000,-.
Menpora Zainudin Amali menyampaikan salah satu harapan bangsa Indonesia adalah bagaimana pencak silat yang merupakan cabang olahraga asli bangsa, bisa menjadi salah satu cabor yang dipertandingkan di olimpiade. Ia berharap mimpi ini menjadi tanggung jawab bersama-sama.
"Kita berjuang bersama-sama semoga bisa terwujud terlebih kita ikut bidding menjadi tuan rumah Olimpiade 2032, sisa 12 tahun lagi. Minimal Olimpiade Paris 2024 bisa dipertandingkan ekshibisi. Ini tugas kita semua jangan sampai kita hanya menjadi tuan rumah penyelenggara jika terpilih, tetapi prestasi kita juga harus membanggakan khususnya pencak silat yang banyak nomor-nomor yang bisa menghasilkan medali," katanya.
Zainudin menargetkan pencak silat dapat menjadi salah satu cabang olahraga yang masuk ekshibisi Olimpiade 2024 Paris. “Kami mempunyai target bagaimana pencak silat bisa melakukan ekshibisi di Olimpiade Paris 2024. Insyaallah kami akan dorong untuk masuk ke cabang ekshibisi,” ujar Zainudin.
Berbagai langkah demi mewujudkan ambisi tersebut telah dilakukan. Zainudin mengaku sudah mulai berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi agar membantu mengkampanyekan pencak silat ke berbagai negara. Ia juga meminta Komite Olimpiade Indonesia (KOI) untuk bergegas melakukan pendekatan kepada National Olympic Committee (NOC) berbagai negara untuk memperkenalkan cabang tersebut.
Selain itu, pihaknya juga mengaku sudah cukup sering menitipkan promosi cabang olahraga tradisional asli Tanah Air itu kepada para Duta Besar Indonesia di beberapa negara, termasuk Duta Besar RI untuk Bonia dan Herzegovina, serta Tunisia. Pertemuan tersebut tak sia-sia sebab ternyata sudah ada beberapa negara yang menyampaikan minatnya terhadap pencak silat bahkan berkeinginan untuk didatangkan pelatih pencak silat dari Indonesia.
Hal itu merupakan sinyal positif menunjukkan bahwa pencak silat sudah mulai dikenal di berbagai negara. Namun Zainudin mengaku masih membicarakan perihal permintaan tersebut.
Untuk promosi yang lebih luas, Kemenpora dan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI), kata Zainudin, juga akan membuat video tutorial pelatihan pencak silat. Video tutorial tersebut diperuntukkan bagi sejumlah negara yang menyatakan minatnya belajar bela diri pencak silat.
“Dalam waktu dekat sudah ada pembicaraan dengan PB IPSI. Kami akan membuat video tutorial pencak silat. Karena di Tunisia, kepolisian atau angkatan senjatanya minta dilatih bela diri pencak silat,” tuturnya.
Upaya tersebut dilakukan bukan tanpa alasan. Pasalnya, apabila bela diri asli Indonesia itu berhasil masuk ekshibisi Olimpiade 2024 Paris, maka pencak silat akan semakin diperhitungkan serta kesempatan diakui sebagai cabang resmi Olimpiade pun semakin terbuka.
Jangka panjangnya, pencak silat diharapkan sudah menjadi cabang resmi yang dipertandingkan di ajang empat tahunan terakbar itu seandainya Indonesia lolos menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. “Kalau sudah masuk ekshibisi, tinggal mendorong untuk dipertandingkan sehingga target saya ketika Olimpiade 2032 itu sudah jadi cabang resmi yang dipertandingkan di Olimpiade,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Harian PB IPSI Edi Prabowo mengatakan salah satu kerinduan dan mimpi besar seluruh insan pencak silat di Tanah Air adalah cabor pencak silat mampu menembus pesta olahraga dunia yakni olimpiade.
"Sebagai cabor warisan budaya bangsa seluruh rakyat Indonesaia pencak silat harus bisa menembus olimpiade, kami berharap semua pihak dapat menyuarakan ke seluruh dunia agar pencak silat dimasukkan dalam cabor yang dipertandingkan di olimpiade," ujar Edhy. ***
Berita Anda ingin dimuat di COI*Press atau Media Nasional dan Daerah di Indonesia?
Silakan kirim release atau hubungi kami di 087783358784 atau e-mail: aagwaa@yahoo.com.
Kami memiliki jaringan kuat dengan media terakreditasi baik cetak, online, radio maupun televisi.
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar