C0I - JAKARTA: Di tengah pandemi virus corona (Covid-19), olahraga Indonesia kembali berduka. Mantan pelari jarak jauh andalan Indonesia Eduardus Nsbunome meninggal dunia Senin (12/10/2020) pukul 21.20 setelah dirawat di rumah sakit sejak Sabtu lalu.
Edo, demikian Eduardus akrab dipanggil, menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Medistra Gatot Subroto Jakarta. Pencetak hat-trick medali emas SEA Games nomor lari 10.000 meter itu sejak Sabtu, (10/10/2020) dirawat di rumah sakit karena mengidap penyakit jantung.
Berpulangnya Edo menambah catatan bintang olahraga Indonesia yang meninggal di masa Covid-19. Sebelumnya olahraga nasional kehi gan mantan atlet renang andalan Lukman Niode, Ketua Umum PB PASI Mohamad Bob Hasan dan mantan Menpora Abdul Gafur.
Semula Eduardus pada siang tadi akan menjalani pemasangan ring namun tertunda karena ayah enam anak itu juga paru-parunya mengalami pencairan sehingga dokter tidak berani melakukan tindakan pemasangan ring tersebut.
Eduard Nabunome mencatat hattrick medali emas di nomor lari 10000 meter putra SEA Games sejak 1987, 1989 dan 1991. Selain itu, di nomor lari 5000 meter putra juga meraih emas pada SEA Games 1987 dan 1989, dan juga lari marathon di SEA Games 1997.
Pria asal NTT ini yang mematahkan dominasi pelari asal Malaysia, Subramaniam di nomor lari 10.000 meter. Eduard juga yang menghentikan dominasi atlet andalan Filipina Hector Bagio di nomor lari marathon SEA Games.
Maria Lawalata, mantan atlet marathon putri dan peraih medali emas penentu kontingen Indonesia pertahankan gelar juara umum SEA Games 1991 Manila, Filipina mengaku sangat sedih dan kehilangan.
Maria sendiri pada siang tadi sempa menjenguk Eduardus di rumah sakit dan menyebutkan kondisi Eduardus memang cukup kritis.”Waktu tadi sore saya ke rumah sakit, akan ada tindakan pemasangan ring ke jantung Eduardus namun ditunda karena ada pencairan di paru-paru,”katanya. ***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar