Sumber Asli -- C0I - Presiden Joko Widodo ketika menerima para atlet Olimpiade
Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Rabu
(24/8), menyatakan, prestasi di Olimpiade XXXI/2016 Rio de Janeiro, Brasil, bukan sesuatu yang instant.
Raihan satu medali emas dan dua perak merupakan buah dari perjalanan kerja
keras yang panjang, dari cabang-cabang olahraga yang ada yang menata perencanaannya
dengan baik.
Presiden
menilai kontingen Indonesia
telah berjuang maksimal dan memberikan hasil yang maksimal. “Kalau di London 2012 dulu kita mendapatkan 2
medali, satu perak dan satu perunggu maka sekarang kita mendapatkan 2 perak dan
1 emas,” kata Presiden Jokowi.
Untuk itu Presiden
berterima kasih kepada seluruh atlet olimpiade Indonesia yang telah berlaga di
ajang olahraga terbesar dunia itu. "Saya atas nama rakyat, pemerintah
mengucapkan selamat dan terima kasih sebesarnya atas perjuangan seluruh atlet di
olimpiade di Rio dan hasil yang dicapai adalah
hasil maksimal," kata Presiden.
Selain itu
Presiden juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah
mendukung Indonesia
mampu meraih perolehan maksimal di Brasil. "Ucapan terima kasih sebesarnya
kepada Ketua Cabang Olahraga PBSI maupun angkat besi dan lainnya, KONI, KOI, Menpora
dan tim yang berjuang keras membawa nama baik bangsa dan negara," tuturnya.
Seperti
diketahui, Indonesia
pada Olimpiade Rio berhasil merebut emas melalui pasangan ganda campuran
bulutangkis, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Dua perak disumbangkan oleh lifter
Sri Wahyuni dan Eko Yuli Irawan dari angkat besi. Dengan raihan ini, Indonesia
menempati peringkat 46 dari 205 negara peserta.
Demi
mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang telah ditorehkan dengan tinta
emas itu, Presiden memerintahkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) untuk
fokus memberikan prioritas pada cabang-cabang olahraga yang sudah kelihatan
prestasinya, baik sisi sarana dan prasarana, camp untuk latihan dan untuk
pelatnas.
“Saya kira
kalau ini kita lakukan dengan sebuah perencanaan jangka panjang yang baik, saya
meyakini bahwa emas-emas yang lain akan bisa kita dapatkan dari lebih banyak di
cabang-cabang olahraga yang sekarang sudah mendapatkan medali maupun di
cabang-cabang yang belum,” tutur Presiden.
Tetapi,
lanjut Presiden, fokus tidak berarti semua harus dikerjakan. Fokus di tempat-tempat
yang memungkinkan untuk mendapatkan medali dan juga anggarannya “Tadi sudah
saya perintahkan kepada Menteri, kepada Menpora untuk juga memberikan prioritas
dan fokus pada cabang-cabang yang kemungkinan di dalam, baik di Olimpiade atau
nantinya di Asian Games bisa mendapatkan medali,” kata Jokowi.
Soal
anggaran, kata Presiden, sudah disampaikan dukungan kepada Kemenpora.
"Prioritas dan fokus yang kemungkinan di olimpiade bisa mendapatkan
medali," ujarnya, menegaskan.
Presiden
Jokowi menerima para atlet olimpiade Indonesia setelah sebelumnya diarak
dari Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga di kawasan Senayan Jakarta hingga
ke Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu pagi. Atlet-atlet Indonesia peraih medali
Olimpiade Rio 2016 yang ikut dalam arak-arakan antara lain para peraih medali
yakni pasangan Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir serta Eko Yuli Irawan dan Sri
Wahyuni.
Keempat
atlet itu berdiri di atas bus tingkat atap terbuka milik Pemerintah Kota
Bandung yang bernama Bandros dan melewati ruas jalan Pemuda, jalan Sudirman,
jalan MH Thamrin lalu masuk Istana Negara.
Arak-arakan atlet
peraih medali Olimpiade itu mendapatkan perhatian dari masyrakat Jakarta yang dilewati
meskipun berdampak pada kemacetan kendaraan-kendaraan di jalur lambat jalan
Sudirman. Usai d iterima oleh Presiden, para atlet dan official
berbincang-bincang di ruang tengah Istana kemudian berfoto bersama.
***
=========
Dukungan untuk Cinta Olahraga Indonesia bisa dikirimkan langsung melalui:
BANK BCA KCP PALMERAH NO REKENING 2291569317
BANK MANDIRINO REKENING 102-00-9003867-7
=========

Tidak ada komentar:
Posting Komentar