Oleh: Gungde Ariwangsa
Sumber Asli -- C0I - Setiap penyelenggaraan pesta olahraga maka rekor selalu
dibicarakan. Apakah ada rekor yang pecah? Siapa yang memecahkan? Berapa catatan
waktu yang baru? Selain itu ada juga pembicaraan rekor tentang siapa atlet yang
paling banyak mengumpulkan medali. Utamanya emas.
Pembicaraan
tentang rekor itu tidak mengherankan karena olahraga mempunyai moto citius,
altius, fortius. Lebih cepat, lebih tinggi dan lebih kuat. Inilah salah satu
yang mendasari tentang pembicaraan soal rekor itu mencuat bila suatu pesta
olehraga dilaksanakan. Baik itu untuk tingkat daerah, nasional, regional, Asia dan internasional.
Pesta
olahraga yang kita kenal akrab tentunya Porprov (Pekan Olahraga Provinsi yang
merupakan persaingan antarkabupaten atau kota
di wilayah satu provinsi). Kemudian meningkat ke tingkat nasional yaitu PON
(Pekan Olahraga Nasional) yang diikuti oleh provinsi di Tanah Air.
Meningkat
ke jenjang lebih tinggi ada SEA Games. Inilah pesta olahraga yang melibatkan
negara-negara di Asia Tenggara. Ada
11 negara yang kini bersaing di kancah ini. Lebih tinggi lagi ada Asian Games.
Pesta olahraga antarnegara Asia. Puncaknya
tentu pesta olahraga dunia yaitu olimpiade.
Dari
jenjang pesta olahraga itu bisa disimak tentang rekor Porprov atau Popda.
Kemudian rekor PON. Setelah itu tentunya rekor SEA
Games, Asian Games, Olimpiade. Selain itu ada juga rekor daerah, rekor
nasional, rekor Asia Tenggara, rekor Asia dan rekor dunia yang bisa dicetak di
setiap event olahraga di luar perhelatan multievent. Rekor ini lebih bergengsi
dibandingkan rekor pesta olahraga.
Pada PON
kali ini masalah rekor juga menjadi sorotan. Penciptaan rekor di ajang PON ini
akan memberikan nilai tambah. Bisa itu rekor PON, rekornas, rekor SEA Games,
rekor Asian Games, rekor olimpiade, rekor Asia Tenggara, rekor Asia, dan rekor
dunia.
Biasanya
rekor yang dilihat ada pada cabang olahraga angkat besi, angkat berat, atletik,
renang, menembak, balap sepeda, dayung, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Dari atletik juga ada rekor manusia tercepat. Demikian juga di renang. Sejalan
dengan perkembangan tehnologi maka berbagai macam gelar diberikan untuk atlet
yang mampu menciptakan, melampaui dan memecahkan rekor.
Pada PON
XIX/2016 yang kini berlangsung di Jawa Barat sorotan soal rekor juga banyak
dibicarakan. Sejauh ini sudah puluhan rekor yang terpecahkan dari berbagai
cabang olahraga. Namun itu baru sebatas rekor PON dan rekor nasional. Belum ada
yang mampu menyentuh rekor SEA Games atau Asia Tenggara. Apalagi Asian Games, Asia, Olimpiade dan dunia.
Catatan itu
menjadi cermin, prestasi olahraga Indonesia memang masih tertinggal.
Belum mampu bangkit untuk menciptakan rekor baru yang menembus tingkatkan lebih
tinggi dari rekor PON dan nasional. Ini jelas menjadi tantangan bagi para
pembina di daerah dan nasional untuk menjadi PON sebagai ajang atlet Indonesia
untuk bisa bergairah, nyaman dan tertantang untuk menciptakan rekor level lebih
tinggi. ***
Penulis adalah Wartawan HU
Suara Karya, Ketua Harian SIWO PWI Pusat. E-mail: aagwaa@yahoo.com
***
=========
Dukungan untuk Cinta Olahraga Indonesia bisa dikirimkan langsung melalui:
BANK BCA KCP PALMERAH NO REKENING 2291569317
BANK MANDIRINO REKENING 102-00-9003867-7
=========

Tidak ada komentar:
Posting Komentar