Sumber Asli -- C0I - JAKARTA – PB PABSSI
(Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia) mengusung semangat baru
menyambut tahun 2017. Dengan status penyumbang medali di ajang Olimpiade, namun
masih kurang mendapat perhatian istimewa dari pemerintah, PABBSI tetap bertekad
dan mengusahakan optimalisasi dari dalam diri sendiri agar target utama yakni
meraih medali emas perdana dari cabang angkat besi di Olimpiade Tokyo 2020 bisa
terwujud.
"Terlepas dari berbagai
kendala yang menjadi tantangan PABBSI, kami yakin mampu mengoptimalisasi segala
potensi, atlet maupun pendanaan induk organisasi untuk menuntaskan misi di
Olimpiade Tokyo.
Apapun yang sekarang kami terima dalam persiapan atlet menuju multi event,
termasuk Asian Games 2018, kami akan optimalkan apa yang ada dan menunggu
pemerintah menyiapkan semaksimal mungkin," ujar Djoko Pramono, wakil ketua
umum PB PABSSI saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PB PABSSI yang berakhir, Rabu (21/12/2016) malam di
Hotel Century, Senayan, Jakarta.
Hingga kini, PABBSI telah
menyiapkan 10 lifter terdiri 5 putra dan 5 putri yang diproyeksikan menuju
Olimpiade Tokyo 2020. Waktu persiapan yang masih panjang, sekitar tiga tahun,
dan serangkaian ajang kualifikasi membutuhkan program yang benar-benar
berkualitas agar misi tercapai.
Selain itu,
Rakernas tersebut juha memprogramkan agar pengurus pusat dan daerah fokus pada
regenerasi atlet di tiga disiplin, yakni angkat besi, angkat berat, dan
binaraga. Kejuaraan level yunior yang selama ini digelar akan dimaksimalkan,
coaching clinic, dan pelatihan wasit juga akan diintensifkan agar kualitas
cabang ini terus meningkat.
"Ajang yunior, seperti
Kejurnas Satria akan digelar dua kali dalam setahun. Selain itu, kami akan
menangani pelatnas remaja dan yunior yang jika terlambat dilatih, maka angkat
besi Indonesia akan makin
tertinggal dengan Asia," tambah Djokram,
sapaan akrabnya.
Hal baru yang muncul dalam rakernas
ini tampak ketika beberapa daerah berinisiatif menjalankan program-program
pengurus pusat, seperti pelatihan wasit, coaching clinic, dan pembinaan atlet
muda. "Jika daerah yang menjalankan program tersebut sukses, maka pengurus
pusat akan memberikan bantuan berupa peralatan angkat besi dan berat kepada
mereka. Itu bentuk apresiasi kami terhadap mereka," lanjutnya.
Untuk tahun ini, bertepatan dengan
rakernas 2016, pengda PABBSI Gorontalo dan Bengkulu mendapat bantuan barbel
angkat besi putra dan putri, sedangkan barbel angkat berat diberikan kepada
pengurus daerah Bali dan Sulawesi Tengah.
Teks foto: Wakil Ketau
Umum PABSSI, Djoko Pramono dan pengurus daerah Gorontalo saat penutupan
Rakernas PABSSI 2016 di Jakarta.
***
=========
Dukungan untuk Cinta Olahraga Indonesia bisa dikirimkan langsung melalui:
BANK BCA KCP PALMERAH NO REKENING 2291569317
BANK MANDIRINO REKENING 102-00-9003867-7
=========

Tidak ada komentar:
Posting Komentar